Tuesday, December 15, 2015

Budidaya Udang Raksasanya Air Tawar

 Budidaya Udang
Budidaya Udang Raksasanya Air Tawar. Udang (Macrobrachium rosen bergii de Man) atau juga dikenal sebagai raksasa air tawar udang merupakan salah satu jenis Crustacea, dari keluarga Palaemonidae yang memiliki ukuran terbesar dibandingkan dengan udang air tawar lainnya. Komoditas yang diklaim oleh berbagai negara sebagai fauna asli , antara lain oleh India dan Indonesia. Di Indonesia, udang dapat ditemukan di daerah yang berbeda dan masing-masing memiliki berbagai dengan karakteristik sendiri. Misalnya, udang galah dari Sumatera dan Kalimantan memiliki ukuran besar kepala, cakar panjang, dan hijau kuning . Udang dari Jambi memiliki ukuran kepala lebih kecil, cakar kecil dan emas.
Di Indonesia, komoditas ini dikembangkan antara lain oleh Perikanan Darat Research Institute Pasar Minggu, Jakarta; Limnologi Pusat Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI Pusat Limnologi) dan beberapa lembaga di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, antara lain: Air Tawar Perikanan Research Center di Sukamandi, Satuan udang Pembangunan Pamarican, Ciamis dan Perikanan Budidaya Air Tawar Pusat di Sukabumi. Satu studi memberikan hasil yang menggembirakan dengan pengenalan strain unggul spesies udang air tawar raksasa (GI Macro) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada tanggal 24 Juli 2001.

Selain penelitian tentang strain unggul udang, upaya lain yang dilakukan oleh Pemerintah untuk mengembangkan pembenihan udang adalah untuk melakukan optimasi melalui perbaikan manajemen induk, dan kesehatan dan pengelolaan lingkungan. Selain itu, juga dilakukan penilaian dari daerah potensi pengembangan dalam rangka untuk mengembangkan udang wilayah mulai dari sub-sistem yang terintegrasi pembenihan, pembibitan dan pemeliharaan sampai setelah panen.

Komoditas yang di Indonesia, menjadi populer sejak lima tahun lalu juga telah dikembangkan di Asia. Produsen terbesar negara itu adalah China diikuti oleh Bangladesh, Taiwan dan Thailand. Dalam jumlah yang relatif kecil, komoditi ini juga diproduksi di India, Costa Rica, Ecuador, Brazil dan Malaysia.
Peluang pasar masih terbuka lebar udang baik di rumah dan di luar negeri. Untuk pasar lokal, permintaan datang terutama dari daerah wisata banyak dikunjungi seperti Bali, Jakarta, Batam dan Surabaya. Sementara pasar udang di luar negeri telah terbentuk di Jepang, Korea, Singapura, Amerika Serikat, Kanada, Skotlandia, Inggris, Belanda, Selandia Baru, dan Australia dengan pasokan utama datang dari Thailand, China dan India.

Di India dan Malaysia budidaya udang adalah untuk mendapatkan dukungan dari Pemerintah, terutama dari sisi permodalan. Meskipun tidak secara khusus disediakan skema kredit tetapi skema kredit yang ada dapat digunakan untuk membiayai budidaya udang. Di India kredit yang disalurkan oleh Bank Nasional untuk Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (NabaRD) adalah bank milik pemerintah khusus untuk membiayai sektor pertanian. Sementara di Malaysia, pinjaman yang sama diberikan oleh Bank Pertanian Malaysia. Dalam Lampiran 2. disajikan informasi tentang skema pembiayaan untuk udang di Malaysia Bank Pertanian.

Di Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menyediakan bantuan modal yang disalurkan melalui kantor-kantor di tingkat kabupaten. Pinjaman ini juga tidak spesifik untuk udang galah. Sampai saat penulisan belum diperoleh informasi mengenai pinjaman dari bank-bank di Indonesia untuk komoditi ini.

Berdasarkan penjelasan yang diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang merupakan salah satu sentra produksi udang galah di Indonesia ditetapkan sebagai survei dalam konteks mempersiapkan buku ini. Meskipun seluruh wilayah ada udang pengusaha DIY tetapi hanya informasi yang diambil dari pengusaha di Kabupaten Sleman, terutama dari pengusaha di desa Jamur, Sindangrejo, Minggir. Dengan demikian budidaya udang informasi teknis yang disajikan dalam buku ini terutama menggunakan informasi yang diperoleh dari pengusaha dan lembaga lain di wilayah tersebut.

Budidaya udang di Sleman, Yogyakarta telah berkembang dengan baik meskipun masih dalam skala mikro. Ketika saya pertama kali dibudidayakan, usaha ini tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat. Seiring dengan keberhasilan yang dicapai, akhirnya, banyak petani yang mulai beralih profesi dari petani padi kepada petani udang. Meskipun tidak memerlukan izin dari instansi berwenang, namun untuk memulai bisnis dalam budidaya udang di wilayah Sleman, diperlukan izin dari aparat desa dan masyarakat setempat.

Upaya ini memiliki dampak positif, khususnya bagi masyarakat di mana pertanian. Dilihat dari sisi ekonomi usaha ini memberikan manfaat yang ber- kali lipat jika dibandingkan dengan budidaya padi dan bagi pemilik lahan memberikan pendapatan sewa dari lahan non - produktif. Sebagai hasil dari kebutuhan untuk memasok kebutuhan usaha seperti penyediaan pakan, peralatan, obat-obatan dan pemasaran, bisnis yang muncul yang mendukung budidaya udang, misalnya, toko atau kios pakan dan saprokan kolektor khusus dan dealer untuk udang. Untuk memenuhi permintaan benih, di desa jamur juga telah membentuk sebuah hatchery.

Didukung oleh lingkungan yang dingin dan desa-desa yang indah dan pemandangan yang indah, maka pada tahun 2002 jamur diumumkan sebagai desa oleh Menteri Pariwisata Desa Wisata . Lokasi kolam didirikan tenun tempat untuk menikmati makanan dari kolam udang dan produk perikanan air tawar lainnya diproses langsung oleh penduduk setempat. Bagi penduduk setempat, peluncuran sebuah desa wisata adalah bangga dan merupakan sarana untuk meningkatkan pendapatan.

Budidaya udang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, baik dalam bentuk limbah dan bau air kotor, ingat untuk membuat udang pertanian, tambak harus memenuhi persyaratan untuk menjaga kondisi air kolam bersih dan tidak tercemar. Jadi tidak ada kekhawatiran pencemaran lingkungan akibat budidaya udang merajalela.


Ikan Untuk Kolam Terpal
Budidaya